SUGIHWARAS, BOJONEGORO – Langkah Kabupaten Bojonegoro untuk membawa kekayaan alamnya ke kancah internasional semakin mantap. Pemerintah Kecamatan Sugihwaras melaporkan pelaksanaan agenda penting berupa Pra-Assessment Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark (UGGp) yang dipusatkan di Geosite Kedung Lantung, Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, pada Jumat (19/06/2026).
​Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai ini ditinjau langsung oleh jajaran kementerian, lembaga riset nasional, hingga akademisi. Kehadiran para ahli dan pemangku kebijakan ini bertujuan untuk menilai kesiapan, kelayakan, serta potensi geologis dan budaya yang dimiliki Kedung Lantung agar memenuhi standar ketat UNESCO.
​Sinergi Lintas Sektor dan Lembaga Nasional
​Agenda krusial ini dihadiri oleh tim gabungan yang merepresentasikan sinergi kuat antara pemerintah pusat, provinsi, daerah, hingga tingkat desa. Di antaranya adalah perwakilan dari:
​Tingkat Pusat & Nasional: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Bappenas, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), serta Asisten Deputi (Asdep) terkait.
​Tingkat Provinsi & Daerah: Bappeda Provinsi Jatim, Disbudpar Provinsi Jatim, Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Disbudpar Kabupaten Bojonegoro, serta Tim Geopark Bojonegoro.
​Akademisi & Kewilayahan: Universitas Bojonegoro (UNIGORO), Camat Sugihwaras bersama Kasi Kesra dan Staf Kecamatan, hingga Kepala Desa beserta perangkat Desa Drenges.
Dengan adanya peninjauan langsung dari BRIN dan KNGI, diharapkan rekomendasi teknis yang dihasilkan dapat segera ditindaklanjuti oleh Tim Geopark Bojonegoro. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat status Bojonegoro sebagai bagian dari jaringan Geopark Dunia (UGGp), yang nantinya berdampak pada konservasi alam sekaligus peningkatan kesejahteraan ekonomi warga lokal melalui sektor pariwisata berkelanjutan.


By Admin
Dibuat tanggal 22-06-2026
30 Dilihat