Dalam upaya memperkuat koordinasi pemerintahan di tingkat akar rumput, jajaran Kepala Dusun (Kasun) di seluruh wilayah Kecamatan Sugihwaras menyelenggarakan agenda rutin Konferensi Rapat Dinas. Pertemuan ini menjadi wadah penting bagi para pemangku kebijakan di tingkat dusun untuk menyelaraskan program kerja dan merespons dinamika sosial di masyarakat.
Acara yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kecamatan serta seluruh Kepala Dusun se-Kecamatan Sugihwaras. Penggunaan seragam dinas identitas putih mencerminkan semangat kesatuan dan profesionalisme para pelayan masyarakat tersebut.
Sekaligus dilanjutkan Sambutan Ibu Yulik Untari Sekaligus Pamitan Purna Tugas sebagai Kasi Pemerintahan Kec.Sugihwaras.
Pertemuan rutin antarperangkat desa di Kecamatan Sugihwaras baru-baru ini menjadi momentum krusial untuk merefleksikan tantangan sosial yang kian nyata di depan mata. Di tengah modernisasi, dua ancaman "senyap" mulai menyusup ke ruang keluarga kita: judi online dan risiko kesehatan mental yang berujung pada tindakan fatal seperti bunuh diri pada anak dan remaja.
Sebagai garda terdepan masyarakat, Kepala Dusun (Kasun) memegang peran kunci untuk menyebarkan kesadaran ini kepada setiap orang tua di wilayahnya.
Judi online bukan lagi sekadar permainan orang dewasa. Dengan kedok aplikasi gim yang berwarna-warni, anak-anak kita seringkali terjebak dalam siklus adiksi.
Dampaknya: Bukan hanya soal uang, judi online merusak sirkuit dopamin di otak anak, memicu sifat temperamental, hingga mendorong mereka melakukan tindak kriminal kecil (mencuri uang orang tua) demi modal taruhan.
Peran Kita: Orang tua harus melek digital. Cek riwayat transaksi perbankan digital atau e-wallet anak dan perhatikan perubahan perilaku seperti sering begadang dan menarik diri dari lingkungan.
Meningkatnya kasus depresi pada usia muda di berbagai daerah adalah alarm keras bagi kita semua. Tekanan sosial di media sosial dan minimnya saluran komunikasi di rumah seringkali membuat anak merasa sendirian dalam menghadapi masalah.
Kenali Tanda Bahaya: Kehilangan minat pada hobi, perubahan pola tidur yang drastis, serta ungkapan keputusasaan dalam percakapan sehari-hari atau unggahan di media sosial adalah sinyal minta tolong.
Solusi: Kita perlu membangun ekosistem dusun yang ramah anak. Jadikan rumah sebagai tempat bercerita tanpa penghakiman.